1.
Apakah sesame hewan
menggunakan bahasa ?
Sesama hewan pasti memiliki bahasa yang mereka gunakan hanya sesama hewan saja
yang mengerti apa maksud hewan itu tersebut. Komunikasi hewan adalah perpindahan
informasi pada bagian dari salah satu hewan
yang memiliki efek pada perilaku sekarang atau kajian mengenai komunikasi hewanter
kadang disebut Zoosemiotik(didefinisikan sebagai ilmu komunikasi sinyal atau semiosis
pada hewan .
Gerak isyarat. Bentuk komunikasi terbaik yang diketahui
mengikutkan menampilkan bagian tubuh khusus, atau pergerakan tubuh tertentu;
terkadang hal ini terjadi dengan kombinasi, sehingga sebuah aksi pergerakan
tertentu untuk memperlihatkan atau menekankan suatu bagian tubuh tertentu.
Sebagai contohnya, presentasi dari paruh induk Camar Herring memberikan sinyal memberi makanan kepada anak-anaknya. Seperti
kebanyakan burung camar, burung Camar Herring memiliki sebuah paruh
berwarna cerah, kuning dengan tanda merah pada bagian rahang bawah dekat ujung
paruh. Saat mereka kembali ke sarang dengan makanan, si induk berdiri dekat
anak mereka dan membuka paruh ke bawah di hadapan si anak; hal ini memperoleh
respon memohon dari anak yang lapar (mematuk pada tanda merah), yang
menstimulasi si induk untuk memuntahkan makanan di depannya. Sinyal yang
komplet mengikutkan fitur morfologikal khusus (bagian tubuh), tanda merah pada
paruh, dan sebuah pergerakan khusus (membuka ke arah dasar permukaan) yang
membuat tanda merah sangat terlihat oleh si anak. Bila semua primata
menggunakan beberapa bentuk gerak isyarat,[1] Frans de Waal mengambil kesimpulan bahwa kera dan manusia adalah unik karena hanya
merekalah yang dapat menggunakan gerak isyarat intensional untuk berkomunikasi.
Ia melakukan uji coba tentang hipotesis dari gerak-isyarat yang berkembang
menjadi bahasa dengan mempelajari gerak isyarat bonobo dan simpanse.
Ekspresi wajah. Isyarat wajah memainkan peran peting dalam
komunikasi hewan. Anjing sebagai contohnya mengekspresikan marah lewat
menyeringai dan memperlihatkan giginya. Saat cemas telinga mereka akan tegak.
Saat takut seekor anjing akan menarik telinga mereka ke belakang,
memperlihatkan sedikit gigi dan menyipitkan matanya. Jeffrey Mogil mempelajari
ekspresi wajah tikus dengan menaikan tingkat kesakitan. Yang mereka temukan
adalah lima ekspresi wajah yang dapat dikenali; pengencangan orbital,
mengembangnya hidung dan dagu, dan perubahan pada pembawaan telinga dan kumis.[2]
Tatapan mengikuti. Koordinasi di antara hewan-hewan sosial dibantu
dengan memonitor orientasi kepala dan mata satu sama lain. Telah lama diketahui
dalam penelitian perkembangan manusia sebagai suatu komponen penting dari
komunikasi, baru-baru ini mulai lebih banyak atensi pada kemampuan hewan untuk
mengikuti tatapan dari hewan lain yang berinteraksi dengan mereka, baik itu
anggota dari spesies mereka sendiri atau manusia. Penelitian telah dilakukan
pada kera, monyet, anjing, burung, dan kura-kura, dan berfokus pada dua kerja berbeda:
"menatap mengikuti yang lain menjarak menjauh" dan "menatap
mengikuti yang lain secara geometris di sekitar penghalang pandangan misalnya
dengan mengubah posisi mereka sendiri untuk mengikuti yang diperhatikan saat
pandangan mereka ditutup oleh suatu penghalang". Kemampuan pertama telah
ditemukan di antara sejumlah besar hewan, sementara yang kedua yang
didemonstrasikan oleh kera, anjing (dan serigala), dan corvid (gagak), dan percobaan untuk mendemonstrasikan
"tatapan mengikuti geometris" pada marmoset dan ibis memberikan hasil negatif. Para
peneliti belum memiliki gambaran jelas tentang dasar kognitif dari kemampuan
mengikuti tatapan, namun bukti perkembangan mengindikasikan bahwa mengikuti
tatapan "sederhana" dan mengikuti tatapan "geometris" kemungkinan
bergantung pada fondasi kognitif yang berbeda.[3]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar